Wawancara Imajiner Dengan Bung Karno
“TIM BELIAU MASIH KONTROL PENUH ASET DUNIA”
Bung Karno bersedia cairkan aset ummat manusia yang didalamnya juga adalah aset bangsa Indonesia, apabila dunia internasional beserta seluruh rakyat Indonesia bersedia memilih dan mendukung seorang calon Presiden Republik Indonesia, yakni seorang anak Indonesia yang sudah ia persiapkan sejak lama. Calon pemimpin Indonesia ini sudah diuji kemampuan intelektualnya, kepribadiannya, keteguhan hati dan imannya serta kesucian niatnya untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia.
Soekarno bukanlah manusia sembarang, setidaknya dunia putih yang dekat dengan Tuhan mendukung penuh upayanya untuk melindungi aset ummat manusia yang dititipkan melalui tangannya. Walau dunia yang disponsori oleh petinggi Amerika Serikat sendiri berkali-kali mengakali dengan sistem perbankkan sekalipun, sampai detik ini, belum berhasil mencairkan aset tersebut.
Bahkan skenario yang diciptakan oleh link Geogre Bosh Senior di Amerika Serikat yang berhasil meyakinkan Kongres dengan memberikan kesempatan pada Dr. Ray C. Dam –seorang warga negara Thailand–untuk berpidato, pun sempat menggoyang dunia hingga kini. Dr Ray C Dam berhasil memperkenalkan OITC (Office of International Treasury Control) yang ia pimpinan sebagai satu-satu lembaga yang diberi kewenangan oleh Soekarno untuk mengelola asset dunia itu. Bahkan Dr Ray C Dam mengkalim bahwa organisasinya langsung di bawah kontrol PBB. Namun kemudian, PBB membantah bahwa OITC adalah lemabaga dibawah naungan PBB. Kendati demikian, Dr Ray C Dam tetap memainkan perannya hingga kini dan lama di Indonesia untuk bertemu dengan para pihak yang ia sebut sebagai “pemegang amanah”.
Gencarnya kegiatan Dr Ray C Dam ini, setelah tokoh senior yang ikut kontrol Amanah Dunia keturunan Yahudi, Sruder? (belum jelas benar namanya) atau nama lainnya Mr. Godschal gagal meyakinkan Soekarno soal mekanisme pencairan aset ummat manusia itu. Perdebatan panjang antara Soekarno dengan tokoh dunia satu ini berlangsung lama. Namun akhirnya, Sruder diberi batas waktu oleh teman-temannya di Amerika Serikat agar ia segera menemukan pemegang kunci dana ummat manusia itu paling lambat bulan Desember 2008. Gagal bersepakat dengan Bung Karno secara dunia lain, dan gagal pula menemukan pemegang kunci di pulau Jawa, maka tokoh yang Yahudi yang doyan makan ketoprak ala Surabaya ini dianggap gagal oleh Amerika Serikat. Setahun kemudian kemudian, tokoh yang ikut membesarkan CNN meninggal dunia.
Penulis sempat bertemu dengan tokoh ini tetapi hanya bertatap muka jarak jauh. Ia bertopi hitam dan baju hitam ala kebangsaan Yahudi serta berjenggot tebal. Bahkan bepergian saya dari Jakarta, Belanda, Jerman dan Prancis selama dua minggu pada tahun 2005, belakangan saya tahu kalau tim yang membawa penulis itu adalah tim beliau sendiri. Bahkan semua hasil rekaman video penulis tidak diperkenalkan untuk dibawa ke Indonesia. Sehingga begitu penulis meninggalkan Belanda sebagai pintu masuk dan keluar, maka tak satu pun dokumen dan foto yang bisa dibawa pulang.
Penulis ketika itu berhasil menemuinya, setelah penulis menunjukan sebuah simbol berupa polpen plastic berwarna hijau yang harus saya tulisi dengan peniti dengan kata “kemakmuran”. Petunjuk ini penulis dapatkan dalam mimpi penulis sehari sebelum berangkat keliling Eropa. Sayang pertemuan penulis tidak sempat melakukan wawancara langsung karena saat itu bertepatan dengan wafatnya pemimpin Vatikan, Sri Paus Paulus II. Tetapi melalui orang-orang terdekatnya penulis dapat saling tukar informasi. Namun sayang, penulis gagal menjadi penengah persengketaan tokoh berpengaruh Yahudi –yang pernah selamat dari penjara gas beracun era Nazi Jerman, karena ia terjun masuk ke lobang kakus (tinja)– dengan Soekarno yang berada dalam dunia yang berbeda. Pasalnya sederhana, tokoh Yahudi ini meminta pembagian untuk bangsanya dan keluarganya tak sesuai dengan aturan amanah yang Bung Karno pegang.
Gagalnya negosiasi tokoh Yahudi ini, maka Geroge Bush Senior mengubah skenario dengan menggunakan Dr Ray C Dam sebagai simbol pergerakan, bahkan PBB sempat hampir untuk mengakui organisasi OITC pimpinan Dr Ray C Dam ini untuk masuk dalam organisasi PBB. Tapi upaya itu gagal, karena PBB juga merupakan satu kesatuan dengan World Bank dan IMF. Sebab kalau OITC berhasil masuk justru akan mengacaukan kinerja kedua lembaga keuangan dunia itu yang sudah lama eksis. Akunya Dr Ray C Dam sebagai otoritas aset amanah dunia menurut penulis menjadi dipertanyakan ketika dia berkeliling Indonesia untuk menemui orang-orang Indonesia yang dititipi amanah oleh Bung Karno. Sayangnya, dia bertemu dengan orang-orang yang mengaku-ngaku saja. Bisa dibayangkan memang, orang tua berambut putih berusia di atas 90 tahun bernama Soewarno saja lebih dari enam orang. Dan semuanya mengaku sebagai Soewarno yang asli dan paham semua sejarah dana amanah tersebut. Passport mereka pun juga bernama Mr. Soewarno. Kini kasus Dr Ray C Dam masih bergolak di belantara hutam gelap aset ummat manusia itu, bahkan sudah ada yang masuk dalam proses pengadilan dan penuntutan hak ganti rugi.
Tahun 2010, skenario lainnya dijalankan melalui jaringan The Committee 300 yang dipandang sebagai The World Bank Group, tepatnya tanggal 23 November 2010 jaringan ini memulai kerja keras dengan menjagokan Mr. Antony Santiago Marthin bersimbol “The King ASM” ber-passport Philipina No. XX3794724 sebagai pemegang tunggal otoritas aset dunia dengan status “Qing Dynasty”. Lalu, menurut dokumen yang disebar ke 886 bank, yakni seluruh bank sentral setiap negara juga disebar ke bank penerima di seluruh dunia. Account misterius yang terdapat pada World Bank dan IMF menjadi account name: White Spiritual Boy, Spiritual Wonder Boy, Morning Star dan lainnya. Konon kabarnya, otoritas keuangan dunia telah mengeluarkan MT799 (pre-advice pengiriman uang) keseluruh bank sentral negara-negara anggota PBB dan bank besar-besar yang terdapat pada masing-masing negara itu. Indonesia sendiri tercatat BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Danamon, BCA dan Bank Lippo dengan nilai fantastic; diatas USD 5 Trilyun. Menurut para konsultan ini, proses pencairan melalui MT799 ini akan berproses selama 30 tahun terhitung November 2010.
Bung Karno menilai, jaringan yang dibuat oleh The Committee 300ini sebagai skenario yang terhebat dari sekian skenario yang pernah beliau hadapi. Tetapi skenario ini pun kelihatannya menjadi lemah, ketika sang primadona yang disebut The King ASM tadi mendesak agar pihak Indonesia mau menghadirkan pemegang otoritas amanah dan dynasty di Indonesia dan mau menandatangani otoritas keuangan yang dipegang oleh orang Indonesia. Penulis sendiri sempat membaca dokumen tersebut yang ditekan oleh The King ASM tetapi pihak Indonesia yang disitu tercantum nama Mr. Seno tidak bersedia ditandatangani. Menurut pensiunan militer yang pernah ditugaskan Soeharto untuk mengejar para pemegang amanah itu, Wisnu HKP Notonagoro melalui organisasinya yang bernama Gerakan Kebangsaan Rakyat Semesta berkisah kepada penulis.
Baru-baru ini Dr Seno pernah dijemput pejabat Kejaksaan Agung RI yang dikawal oleh para militer dan membawanya ke Gedung Sudirman, Tebet Jakarta dan mendesak Dr Seno untuk menandatangani dokumen yang sudah diteken oleh The King ASM, namun kemudian Dr Seno tetap menolak, Dan akhirnya Dr Seno dibawa pulang kembali oleh Wisnu HKP Notonagoro.
Hal ini menggambarkan bahwa The King ASM seperti yang dimaksudkan oleh The Committee 300 itu walaupun sudah disyahkan oleh Word Bank dan IMF adalah bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kekuatan apa-apa dalam hal otoritas dana atau aset ummat manusia yang banyak dibicarakan orang selama ini. Dan Bung Karno mengatakan dalam pembicaraan imajiner tersebut mengatakan, bahwa dirinya belum pernah memberikan kekuasaan otoritas itu kepada siapapun. Bahkan Bung Karno menunjukkan selembar kertas yang berisi pelimpahan kekuasaan (power authority) yang belum beliau ditandatangani. Ia hanya minta kepada bangsa Indonesia dan dunia internasional agar mendukung calon pemimpin Indonesia yang amanah yang telah disetujui oleh Dewan Komite Amanah. Dia adalah seorang pemuda dari keluarga anak rakyat jelata tapi berdarah keturunan Majapahit, seperti dirinya. Menurutnya, ia diberikan hak pelimpahan aset ketika berumur 27 tahun (1928) sebagai anak Indonesia berdarah Majapahit. Makanya ketika beliau menandatangani Green Hilton Memorial Agreement 1963, tidak atas nama Presiden Republik Indonesia, tetapi atas nama bangsa Indonesia.
InsyaAllah, beliau akan mencairkan aset ummat manusia itu sesuai dengan kebutuhannya dan peruntukannya yang beliau terima, jika Indonesia sudah dipimpin oleh anak bangsa Indonesia yang amanah pula. Dan pemuda itu akan muncul dalam figur sederhana tetapi dalam benaknya terbenam milyaran ide untuk membangun bangsanya. Dan ide-idenya itu pun sudah disetujui oleh Dewan Komite Amanah yang dipimpin oleh Soekarno sendiri hingga kini (entah dimana, redaksi). Bahkan menurut beliau, peci kesayangannya yang menjadi mahkota beliau selama ini, sudah beliau serahkan kepada pemuda calon Presiden RI tersebut.
Jadi menurut beliau, mencairkan harta amanah dan dinasti itu bukanlah hal yang sulit. Yang sulit itu adalah menstabilkan gejolak nafsu orang-orang di planet bumi ini yang ingin selalu untuk menguasai harta tersebut demi kepentingan kelompoknya sendiri atau bangsanya sendiri. Jika masing-masing pihak sadar akan sifat dan fungsi dana amanah demikian, maka pencairannya sangat mudah. Jika sosok pemimpin ini telah menjadi Presiden RI, Bung Karno bersedia mencairkan dana atau harta amanah atau harta dinasti. Benarkah? Sejarahlah yang membuktikannya. Salam Perjuangan.(*****).

mugi poro leluhur tansah anjangkung lampah kito sedoyo,wujudaken nuswantoro gemah ripah,makmur sandang kelawan pangan…,BRASTO SEKABEHE DUR KAMURKAN,JOYO-JOYO WIJAYANTI….AMIIN,MARDIKOO…
Oleh: tiyang ndusun on 10 Januari 2012
at 2:25 am
Yah..begitulah cerita diatas kok kena dihati saya, mudah2an era setelah pak SBY akan berubah jadi baik bangsa ini.
Oleh: kikiwijaya ayudewi on 17 Januari 2012
at 4:06 pm
Kalau para sahabatku ingin mengaji masalah rahasia tentang amanah, coba perdalam ilmu Iqro atau sifat 20 Allah, maka kita akan kenal hal yang sebenarnya.
Oleh: kikiwijaya ayudewi on 17 Januari 2012
at 4:08 pm
selama bendera cendana belum runtuh takkan pernah ada kedamaian bagi negara ini.
kita ingat era soeharto ketika rakyat merasa nyaman akan tetapi bangsa ini dibebankan oleh semua permasalahan dunia.
apa sebabnya….??
karena beliau menjanjikan sesuatu yang tak pernah bisa untuk beliau janjikan kepada dunia.
Oleh: karimanas on 21 Januari 2012
at 9:31 pm
bravo..luar biasa saya suka tulisan dan testimoninya,,salamm
Oleh: ogie on 24 Januari 2012
at 4:28 am
Terima kasih Bro. Salam perjuangan
Oleh: safarians on 24 Januari 2012
at 8:29 am
Nampaknya ada gerakan yang mencoba melakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh George Soros terhadap dokumen-dokumen dari Indonesia dengan dalih untuk diproses di ICJ. Saya selaku jurnalis hanya mengingatkan agar berhati-hati. Sebab ujung-ujungnya adalah jualan dan mencari dana kecil dengan alasan sekedar buat biaya proses.
Ketahuilah bahwa prosesnya tidaklah demikian.
Oleh: safarians on 28 Januari 2012
at 2:25 am
Nampaknya ada gerakan yang dibayar oleh yahudi2 untuk melemahkan semangat perjuangan team Nelu ke ICJ Genewa dan dengan yakin mengatakan cara yang digunakan itu salah, padahal hasil pengamatan nya sama sekali tidak mengandung kebenaran, memang ada pernah tau proses nya seperti apa dan pernah mencoba sampai ke ICJ ?? george soros bukan lah pemegang 11.600 dokumen amanah dunia dan presiden Swis dan chairman ICJ bukan seperti pemain2 high yield di hongkong dan London,
Team Nelu bukan tipe2 pengemis seperti pemain high yield kebanyakan, biar 50 tahun jadi pengamat jangan berharap akan berhasil jadi pemegang harta amanah.
Oleh: Marwan on 28 Januari 2012
at 9:49 am
perjuangkan terus
Oleh: ahmad on 30 Januari 2012
at 6:26 pm
Urusan harta amanah, sudah ada yang mengatur dan bertanggung jawab. Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk, dengan cara dan strategi apapun tidak akan berhasil. Siapa yang bisa masuk dan bisa mengurusi sampai cair , adalah orang yang sudah terpilih melalui berbagai macam ujian, dan godaan yang berat.
Oleh: tirta on 5 Februari 2012
at 11:56 pm
Saya setuju dengan Anda. Terima kasih
Oleh: safarians on 9 Februari 2012
at 11:17 pm
banyak hal nggak jelas didalam tulisan yang panjang ini.
ada dua kenalan baik saya yang hancur lebur kehidupan, baik usaha yang dahulunya sangat maju dan kedudukan yang sangat baik maupun keluarganya karena terbawa kegiatan yang katanya untuk mengejar dan mencairkan harta revolusi terpendam nya Bung Karno. kedua teman itu saling tidak mengenal, saling jauh tempat tinggal, sangat berbeda profesi dan usahanya namun jatuh terbawa hal yang sama persis. belakangan malah menjadi tiga, meskipun yang ketiga ini bukan kenalan langsung. semua miliknya habis demi kegiatan ini. salam nggak jelas
Oleh: ongkie on 9 Februari 2012
at 2:15 pm
Memang banyak hal yang belum dapat penulis terangkan dalam tulisan. Akan tetapi saya pun menyarankan siapapun untuk tidak mengurus harta ini apalagi dalam konteks bisnis. Sebab penulis yakin, harta ini berada dalam sistem dan sudah ada yang mengatur dan mengurusnya. Terima kasih atas tanggapan Anda.
Oleh: safarians on 9 Februari 2012
at 11:21 pm
kalau kita belajar sejarah, harta amanah benar adanya, karena sebentar lagi terjadi pembangunan infrastruktur desa yang akan berjalan beberapa bulan lagi saja. dan lihat apa yang akan terjadi…
Oleh: susilo on 11 Februari 2012
at 11:49 pm
yo yo yo piye apik’e wae lah
Oleh: G 1 MAN on 16 Februari 2012
at 11:57 pm
Salam nafas perjuangan….
Lagi-lagi berbicara tentang hal amanah memanglah sangat menghebohkan karena bukan hanya orang Indonesia yang dibuat penasaran namun orang asingpun tidak kalah hebohnya karena mengapa bisa demikian?karena hal ini menyangkut harta yang tak ternilai jumlahnya sangat fantastis jumlahnya bisa untuk membuat manusia di dunia ini sejahtera semuanya bila dikelola dengan benar…banyak sudah upaya untuk menguak rahasia di balik semuanya ini…Yang jelas mau di percaya atau tidak tulisan saya ini tidak menjadi masalah…semua harta ini adalah milikNya sang pencipta,yang akan diwariskan untuk di kelola oleh waliNya tentunya,wali hanya satu yang berhak mengambil semua tindakan atas nama Nya…tentunya,sang wali adalah Raja Wali,The King of World,pewaris tunggal dari semua harta milikNya yang tersimpan di lembaga-lembaga keuangan dunia “The Heritage Fondation”=SECRET SAFETY THE PRINCIPLE CODE 101 DEPOSIT TRANSACTION NO.756/0078-6.1.78667 , terdiri dari Tiga clise,asset tersebut atas nama “Mataram Binangun” dan otoritas Mataram Binagun sudah menari 960 Colletral dengan melampirkan 400 Certificate master dan 60 Micro film dan secara otomatis menarik fasilitas kepada 40 negara terdiri-dari 25 negara maju termasuk vatican dan 15 negara berkembang termasuk Indonesia.Namun pihak Mataram Binagun menjamin kepada 40 negara tersebut dengan jaminan setiap kepala senilai US $ 6 juta,apabila terjadi keguncangan ekonomi.40 negara tersebut mencoba untuk mengaburkan apa yang menjadi kewajibannya kecuali Inggris yang tertib dalam hal kewajibannya membayar royalti dari peminjaman Colletralnya,jadi jangan heran bila Pounsterling tetap exist walau Euro menjadi mata uang di Eropa…Sekali lagi kami informasikan di sini bagi kami tatanan penggelaran “The King of World 101″ tidaklah mengalami kesulitan apapun,dikarenakan hal ini sudah dipersiapkan entah berapa ribu tahun atau jutaan tahun yang lalu akan kemunculan utusan tanah Atlantik ini yang diwarisi harta dunia (biasa disebut Amanah),bukanlah Romo Soekarno ,karena Romo Soekarno adalah motorisasi atau petugas dari program ini,jadi kalau Romo Soekarno tidak mampu mencairkan walau dibantu oleh 26 soko guru yang boleh dikatakan sebagai manusia setengah dewa,tetap saja tidak bisa karena memanglah Romo Sokarno bukan nama yang dimaksudkan.Jadi kalau dewasa ini ada yang mengaku sebagai pelimpahan dari Romo Soekarno kami pastikan Palsu dan Nihil besar…..Karena sang pewaris adalah UtusanNya yang membawa bukti sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an QS Al Baqoroh 248 yakni “Tabut”,di mana tabut adalah sebagai kunci pembuka perbendaharaan dunia yang tersirat dalam QS Al Anfal (Pampasan Perang),tanah Jawa adalah tabut yang sebenarnya karena di tanah Jawalah ajaran Tauhid dan Kinasih=kasih di gelar pertama kali di gelar oleh sang penggelar jagad…..semuanya sudah tertata dan tersiapkan dan dunia sudah tidak ada pertentangan akan kemunculan “The King of World 101″,dan Vatica sebagai penjaga gawang dari semuanya ini sudah menerimanya,bantuan doa dari seluruh rakyat Indonesia kami harapkan semoaga kesemuanya dapat berjalan sesuai dengankehendakNya….Rahayu…rahayu
Oleh: Senopati Wetan on 19 Februari 2012
at 5:44 pm
Salam nafas perjuangan….
Lagi-lagi berbicara tentang hal amanah memanglah sangat menghebohkan karena bukan hanya orang Indonesia yang dibuat penasaran namun orang asingpun tidak kalah hebohnya karena mengapa bisa demikian?karena hal ini menyangkut harta yang tak ternilai jumlahnya sangat fantastis jumlahnya bisa untuk membuat manusia di dunia ini sejahtera semuanya bila dikelola dengan benar…banyak sudah upaya untuk menguak rahasia di balik semuanya ini…Yang jelas mau di percaya atau tidak tulisan saya ini tidak menjadi masalah…semua harta ini adalah milikNya sang pencipta,yang akan diwariskan untuk di kelola oleh waliNya tentunya,wali hanya satu yang berhak mengambil semua tindakan atas nama Nya…tentunya,sang wali adalah Raja Wali,The King of World,pewaris tunggal dari semua harta milikNya yang tersimpan di lembaga-lembaga keuangan dunia “The Heritage Fondation”=SECRET SAFETY THE PRINCIPLE CODE 101 DEPOSIT TRANSACTION NO.756/0078-6.1.78667 , terdiri dari Tiga clise,asset tersebut atas nama “Mataram Binangun” dan otoritas Mataram Binagun sudah menari 960 Colletral dengan melampirkan 400 Certificate master dan 60 Micro film dan secara otomatis menarik fasilitas kepada 40 negara terdiri-dari 25 negara maju termasuk vatican dan 15 negara berkembang termasuk Indonesia.Namun pihak Mataram Binagun menjamin kepada 40 negara tersebut dengan jaminan setiap kepala senilai US $ 6 juta,apabila terjadi keguncangan ekonomi.40 negara tersebut mencoba untuk mengaburkan apa yang menjadi kewajibannya kecuali Inggris yang tertib dalam hal kewajibannya membayar royalti dari peminjaman Colletralnya,jadi jangan heran bila Pounsterling tetap exist walau Euro menjadi mata uang di Eropa…Sekali lagi kami informasikan di sini bagi kami tatanan penggelaran “The King of World 101″ tidaklah mengalami kesulitan apapun,dikarenakan hal ini sudah dipersiapkan entah berapa ribu tahun atau jutaan tahun yang lalu akan kemunculan utusan tanah Atlantik ini yang diwarisi harta dunia (biasa disebut Amanah),bukanlah Romo Soekarno ,karena Romo Soekarno adalah motorisasi atau petugas dari program ini,jadi kalau Romo Soekarno tidak mampu mencairkan walau dibantu oleh 26 soko guru yang boleh dikatakan sebagai manusia setengah dewa,tetap saja tidak bisa karena memanglah Romo Sokarno bukan nama yang dimaksudkan.Jadi kalau dewasa ini ada yang mengaku sebagai pelimpahan dari Romo Soekarno kami pastikan Palsu dan Nihil besar…..Karena sang pewaris adalah UtusanNya yang membawa bukti sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an QS Al Baqoroh 248 yakni “Tabut”,di mana tabut adalah sebagai kunci pembuka perbendaharaan dunia yang tersirat dalam QS Al Anfal (Pampasan Perang),tanah Jawa adalah tabut yang sebenarnya karena di tanah Jawalah ajaran Tauhid dan Kinasih=kasih di gelar pertama kali di gelar oleh sang penggelar jagad…..semuanya sudah tertata dan tersiapkan dan dunia sudah tidak ada pertentangan akan kemunculan “The King of World 101″,dan Vatican sebagai penjaga gawang dari semuanya ini sudah menerimanya,bantuan doa dari seluruh rakyat Indonesia kami harapkan semoaga kesemuanya dapat berjalan sesuai dengankehendakNya….Rahayu…rahayu
Oleh: Senopati Wetan on 19 Februari 2012
at 5:54 pm
Salam nafas perjuangan……
Menanggapi tulisan saudara memang banyak yang berbelit mengomentari tentang HARTA ini,disini kita bersyukur dan kita pahami akan latar sejarah FAKTA yang ada,diplomasi2 memperjuangkan harta dinasty nuswantoro telah banyak dilakukan oleh BUNG KARNO untuk mengembalikanNYA kepada IBU PERTIWI..lihat dan pelajari awal asal muasal dana tersebut dan pahami tindak delegasi sebelum dan sesudah era ORDE LAMA,sejarah ini tak dapat dilupakan akan pelimpahan abadi kepada dunia,awal pelimpahan dan penjagaan HARTA ini telah jauh diprogram oleh seluruh raja2 yang tergabung dalam dinasty bumi NUSWANTORO yang dilegalitaskan oleh “satu nama”(bukan BUNG KARNO) ia hanya motorisasi penjembatan agar HARTA ini dapat kembali kepada sang NAMA dalam kata”THE KING OF WORLD”
banyak kesimpang siuaran dalam memaknai harta ini ingat TRASTY,DINASTY,dan PRASASTY HARTA ini tak dapat terpecahkan oleh dunia manapun bahkan seorang BUNG KARNO pun bisa dibilang GAGAL dalam penyelesaian masalah HARTA ini karena apa”KARENA BELIAU BUKAN PEMILIK DAN BUKAN ORANG YANG DITUNJUK UNTUK MENYELESAIKAN URUSAN INI”
terlampir 1.CNR001/DI.ARR.GOLDNATION.DL.W34570/10.DOC_ dengan digit “.. _ ..”nihil di JENEWA
liat BARCODE terlapisi “THE MOTHER SECRET OF BUNKER”houhou…BUNG KARNO GAGAL DALAM PENCAIRAN ASET INI,hanya bahan uang kertas lah yang tertulis -CLEAR AND CLEAN-
yang kita kenal UB (uang BRASIL) yang jelas tertuliskan CRUSADOS NOVOS yang arti priwelingnya (pengingatnya) mau ngapain???
ingat seorang BUNG KARNO saja gagal untuk mencairankan aset ini dan bagaimana DIA bisa memandatkan kepada seSEORANG yang sedangkan dirinya saja hanya pelimpahan dari SANG NAMA…Bagaimana team Beliau saat ini bisa mengawasinya,kalaupun yang dimaksud adalah bukan team dari Bung Karno…
awal MENGAPA BUNG KARNO ingin mencairkan ASET ini,,karena beliau mendapatkan titah dari 9 raja2 yang menandatangani titah mandataris DANA REVOLUTION yang diTANGGUNG JAWABKAN oleh SUSUNAN PAKUBUWONO VIII yang terdiri dari 9 DOCUMENT TERLAMPIR dalam 3 CLISE “THE GROUND DOCUMENT” dengan MASTER C.Q (CROWN QUADRANT) point 11 digit yang memodali BUNG KARNO berani mendelegasikan HARTA ini dalam dunia international yang akhirNYA nihil juga…
biarlah banyak orang mempelajari dan mengartikan permasalahan ini bahkan banyak sandi2 bertebaran untuk memecahkan urusan ini..dan banyak nama sertifikat yang lahir dari sandi2 itu,ingat dan pahami PADUKA YANG MULIA selalu memantau mobilisasi dunia perBANKAN,dalam izin 3 generasi TRASTI dunia fatikan(GADING PUTIH),yerusalem(KIKIRUBAENAH),atlantik(TERATAI PUTIH)yang siap memBACKUP dana2 ini yang sejatinya milik ALLAH dan utusanNYA yang tertulis dalam surat AL ANFAL..
digit aman dibawah perlindungan ALLAH dan bahkan tak satu pun digit keluar dalam ACCOUNT manapun,,singkat kata TAK se SENPUN DANA IMPERIUM REVOLUSI parkir dibank2 dunia manapun (sekalinya tercatat itu NIHIL) DAN tak satuPUN digit PIN tersentuh oleh tangan manusia…
dalam makna “KUTITIPKAN NEGARA INI dan KAN KU BANGUN DESA KU”
BERSABARLAH BANGSA,TEKAN DALAM RASA MENUJU ANGAN UNTUK ABADI SATU TEKAT DALAM MAKNA “AUTLANTICE MERCUESE SUWAR”
_JAVA FALENSIE TAN HANNA MANGGA BAULENSI_
by.- kyai JALAK do,-
Bayu Samudro si kencur cangkok 7 kembang wijoyo kusumo
Oleh: Senopati Wetan on 19 Februari 2012
at 6:39 pm