Pada 22 September lalu, The Wall Street Journal menurun sebuah artikel yang mengejutkan dunia, khususnya Indonesia. Tulisan itu berjudul “Heirs of Indonesian Politician Adam Malik Seek Funds From UBS”. Keluarga Adam Malik menggugat UBS melalui AM Trust pada Pengadilan Distrik Utara California, Amerika Serikat. Mereka menuduh UBS telah memanfaatkan harta mantan Wakil Presiden Indonesia yang telah wafat 1984 berupa simpanan uang dan emas senilai USD 5 juta di Union Bank of Switzerland (UBS) dan di Swiss Bank Corp.

Peristiwa ini bagaikan riak kecil yang muncul ke permukaan, terlepas dari soal dari mana Adam Malik bisa memiliki uang sebanyak itu. Sebab, ada sejarah bangsa yang terputus antara generasi sekarang dengan generasi sebelum masa kemerdekaan. Kita hanya diajarkan untuk adanya kerajaan besar seperti Padjadjaran, Majapahit, Sriwijaya, dan sebagainya. Lalu kita diajarkan bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya, dilanjutkan jajahan Jepang, dan akhirnya Indonesia merdeka yang diproklamirkan Ir Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejak proklamasilah kemudian sejarah bangsa ini terang benderang, sebagai lahirnya bangsa baru yang bernama “Indonesia”. Walaupun kata Indonesia sudah disebut periode sebelumnya, utamanya dalam Sumpah Pemuda yang dibacakan 28 Oktober 1928.

Namun tak banyak yang mencatat bahwa pada tahun 1928 terjadi sesuatu yang menarik perhatian dunia internasional, yang menyangkut hajat hidup manusia di planet bumi ini. Maaf bukan acara sumpah pemudanya, tetapi adalah undangan The Kings of Solo yang sebenarnya merupakan turunan dari The Kings of Solomon, Paku Buwono X yang mengundang 128 raja agung dunia untuk bertemu guna membicarakan apa yang disebut “Plan of The Expert”.

Raja Jawa itu berharap tujuaN dari Plan of The Expert 1928 itu bisa berjalan. Ialah break down colonialism, free the nation and create equal start, control the new nation through debt, unify the world, as good as possible for many as possible.

Setidaknya itulah yang dicatat pencari fakta kebenaran sejarah perbankan dunia dalam sebuah laporan yang berjudul “The History of Banking, An Asian Perspective” yang mempertanyakan; where did King Solomon’s treasure go?

Memahami makna sejarah ini, kalangan masyarakat Indonesia sibuk dengan analisa dalam konteks dimensi dunia lain, dan terseret dalam dunia magis yang berkepanjangan dengan menafikan akal sehat. Sementara dunia perbankan internasional terus berupaya bagaimana menggunakan aset besar dunia itu bagi kemaslahan umat manusia, Bahkan tak sedikit berupaya untuk mengakali sistem yang telah dibangun dengan nama “Harta Amanah Soekarno” dengan sandi “M1″ singkatan dari “Monetary One” untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya semata.

Tahun 1928 itu, memang Sokarno dipanggil oleh Paku Buwono X untuk menerima tanggung jawab yang besar, berupa “The Big Recall” aset-aset kerajaan yang telah berada pada 140 negara dan dibukukan pada sedikitnya 100 bank ketika itu. Dalam usia muda belia (27 tahun), Soekarno telah dipercaya untuk mengelola aset besar yang dipercayakan oleh 128 kerajaan besar dunia ketika itu guna membentuk dunia peradaban baru melalui Plan of The Expert 1928 tadi.

Konferensi Asia-Afrika di Bandung 1955, adalah salah satu upaya Soekarno untuk melaksanakan amanah itu. Masih banyak upaya lain yang dilakukannya seperti Marshall Plan, Colombo Plan, dan sebagainya. Sayangnya jejak hebat Soekarno dihapus dalam sejarah perjalanan masyarakar Eropa dan Amerika kemudian.

Namun demikian, Soekarno tidak habis akal. Ia memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy sejak tahun 1960-an. Beberapa kali mereka bertemu, dan akrab bagaikan adik dan kakak. Sehingga kala John F Kennedy bermasalah dengan Federal Reserve (Fed) ketika itu, maka Soekarno tampil bagaikan pahlawan bagi presiden negara adidaya itu. Mereka meneken apa yang disebut “The Green Hilton Memorial Agreement” pada 14 November 1963.

Walaupun sebagian besar sejarawan Indonesia meragukan adanya pertemuan Soekarno dengan John F. Kennedy pada 14 November 1963 itu, karena di Indonesia sedang acara besar berupakan pekan olahraga Ganefo (Game of New Emerging Force) atau olympiade negara-negara non blok, tetapi harian terkemuka Amerika The New York Times, mencatat dengan baik jadwal kegiatan John F Kennedy sebelum ia tertembak pada 22 November 1963 atau delapan hari setelah penandatangan pengakuan aset Indonesia yang ada di Amerika Serikat. Bahwa hari Kamis 14 November 1963 dalam jadwal kegiatan John F, Kennedy tercatat “Sukarno appoints himself Premier (pg.3)”.

Pada tanggal 13 Oktober 2014, Mr. Kenji Yamazaki selaku Ketua Komisi Pengawas Aset kekaisaran Jepang berkirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia ditugaskan Kaisar Jepang untuk memberikan hibah bagi program 100 hari kerja Presiden SBY ketika itu. Bahkan ia telah diperintah Kaisar Jepang untuk program bantuan jangka panjang dengan Indonesia. Sayangnya rencana bantuan ini, tidak terakomodasi dengan baik sehingga tidak cair hingga kini. Semoga saja bisa terlaksana di era kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Hebatnya lagi, Kaisar Jepang pernah melarang warga Jepang tidur dimana kakinya menghadap ke Indonesia, saking Kaisar Jepang menghormati Indonesia. Mereka merasa ada komitmen sejarah jangka panjang antara Indonesia dan Jepang yang hingga kini mereka akui.

*******

Itu adalah sekelumit fakta sejarah, bahwa ada aset bangsa Indonesia yang begitu besar berada di luar negeri. Bahkan di dalam negeri sendiri tidak kalah pentingnya. Masih banyak masyarakat Indonesia menyimpan batangan emas, batu permata, platinum, tembaga, dan sebagainya. Bahkan sebuah bank besar di Swiss pernah beriklan di salah harian terkemuka di Indonesia. Bank tersebut mencari ahli waris nasabahnya yang sudah meninggal. Iklan bank tersebut menyebut nama anaknya yang konon tinggal di Bandung.

Tak hanya itu, harta karun di darat dan yang tenggelam bersama kapal-kapal niaga di dasar laut Indonesia bertebaran di berbagai titik di Indonesia, tidak dikelola dan diawasi secara baik. Anehnya, jika harta karun berupa keramik mahal, emas, dan sebagainya, masuk ranah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena dianggap harta purbakala dan peninggalan sejarah.

Bangunan tua, bangunan bersejarah, tempat bersejarah, situs-situs, serta benda-benda asing yang terbuat dari perunggu, emas, dan logam berharga lainnya tidak terawasi dengan baik. Karena memang tidak ada lembaga yang secara spesifik bertanggung jawab atas pengelolan dan penyelamatan aset bangsa.

Yang disebut aset bangsa, bisa milik perseorangan dan bisa milik suatu lembaga. Namun negara perlu menyediakan sebuah kementerian yang secara spesifik pula bertanggungjawab terhadap pengelolaan dan penyelamatan aset-aset bangsa yang tersebar di berbagai belahan dunia. Negara tidak bermaksud untuk menyita dan menguasai, tetapi negara harus melindungi setiap harta benda warga negaranya dimana pun ia berada seperti diamanatkan oleh konstitusi Republik Indonesia. Kecuali harta karun yang memang tidak ada pemiliknya, maka harus dimiliki dan dikuasai oleh negara yang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

Hutan gambut di Kalimantan yang sudah dikukuhkan dunia sebagai paru-paru dunia, maka secara otomatis negara harus memliharanya dengan baik. Pengelolaan hutannya tetap Kementerian Kehutanan, tetapi bagaimana menajerial hutan gambut sebagai aset bangsa Indonesia yang dibutuhkan manusia di planet bumi harus dikelola dengan baik secara ekonomi.

Jika Pemerintahan Jokowi-JK setuju dengan Kementerian Pengelolaan & Penyelamatan Aset Bangsa ini (atau apapun namanya), maka sasaran pertama kementerian ini adalah melakukan inventarisasi aset-aset bangsa Indonesia yang meliputi aset fisik dan non fisik. Kedua, mendorong Bank Indonesia dan perbankan nasional untuk membentuk fasilitas bullion bank di Indonesia, sehingga semua aset berharga milik masyarakat Indonesia dapat dijadikan sesuatu yang bernilai didalam dunia perbankan.

Dengan adanya bullion bank, masyarakat Indonesia bisa mendepositokan emasnya di bank, mendepositokan batu permata/berlian di bank, mendepositokan batangan tembaga, emas, platinum, dan logam berharga lainnya sehingga menjadi sertifikat deposito. Termasuk, masyarakat bisa menjadikan rumah atau bangunan berharga mereka menjadi sebuah bank garansi, SBLC, atau jaminan surity bond, sehingga tidak ada lagi aset berharga yang cecer dan habis percuma di telan usia. Hong Kong cukup sukses melakukan ini semuanya, sehingga rakyat memiliki sebuah kepastian tentang sesuatu yang berharga bagi hidupnya, bukan ditanam di tanah atau disimpan di bawah kasur.

Kementerian Pengelolaan dan Penyelamatan Aset (KPPA)

Berkenaan dengan itu, maka saya mengusulkan agat ada sebuah kementerian yang secara khusus mengelol da menyelamakan aset milik bangsa Indonesia. Adapun tugas dan fungsinya adalah sebagai berikut.

Pertama, sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan inventarisasi aset-aset milik perseorangan warga negara dan milik kelembagaan, sehingga Negara dan Pemerintah dapat memetakan unsur nilai dan kepemilikan aset bangsa Indonesia baik yang berada di luar negeri maupun yang berada di dalam negeri.

Kedua, kementeran ini berfungsi dan bertugas menjadi penyuluh bagi masyarakat untuk mengelola aset dengan baik dan bernilai seperti tanah, kebun, sawah, dan sebagainya bekerjasama dengan pihak perbankan nasional, sehingga masyarakat Indonesia tidak dengan serta merta dan mudah menjual aset-aset tersebut kepada pihak lain (apalagi pihak asing) karena akibat ketidak-pahamannya soal nilai aset atau karena akibat tekanan ekonomi.

Ketiga, kementerian ini melakukan riset secara rutin melalui saluran resmi mau pun tidak resmi untuk melacak aset-aset bangsa Indonesia yang berada di luar agar pemiliknya dapat melakukan investasi atau membawa harta kekayaan ke tanah air untuk membangun Negara Republik Indonesia, dimana negara tidak bermaksud menguasai atau memilikinya, tetapi justru Kementerian ini bermaksud untuk melindungi aset-aset tersebut agar terhindar dari kenakalan atau prilaku hazard lainnya.

Keempat, kementerian ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak tertipu dengan perorangan, yayasan, atau lembaga yang mengaku-ngaku memiliki aset besar yang siap dicairkan tanpa alasan yang jelas. Sebab saat ini fenomena ini sudah pada tingkat suasana yang mengkhawatirkan. Kementerian ini berhak untuk mengatakan bahwa tindakan semacam itu adalah illegal dan mengandung unsur pidana. Tidak seperti sekarang, seakan negara tidak peduli dengan modus-modus penipuan semacam ini.

Kelima, kementerian ini akan bekerja dengan perbankan nasional untuk menyiapkan fasilitas bullion bank, sehingga aset-aset mahal milik warga negara seperti logam dan batu mulai berharga, serta aset berharga lainnya dapat dimasukan dalam system perbankan berupa deposito berjangka atau surat berharga bank lainnya. Pihak Kementerian ini akan melakukan pengawasan melekat terhadap penyimpanan aset-aset tersebut pada bank sehingga jelas kepemilikannya, ahli warisnya, dan sebagainya, sehingga terhindar dari moral hazard dunia perbankan.

Keenam, kementerian ini akan membentuk Lembaga Riset dan Penelitian tentang aset bangsa Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar agar jelas jalur benang merah sejarah yang melingkupinya. Termasuk juga untuk melakukan investigasi apabila ada persengkatan kepemilikan aset berupa tanah, rumah, serta aset berharga lainnya milik warga negara Indonesia, sehingga persoalan ini tidak terlalu menggantung yang kemudian merugikan semua pihak termasuk negara, karena aset masih dalam sengketa berkepanjangan yang banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama ini.

Ketujuh, kementerian ini akan mempekerjakan para ahli sejarah, ahli keuangan, ahli perbankan, ahli investigasi, ahli hukum (berbagai disiplin ilmu hukum) untuk menopang kinerja. Sebab lembaga ini akan menampung keluhan dan pengaduan masyarakat menyangkut soal status kepemilikan aset yang mereka punyai serta menyalurkan penyelesaian sengketa ke lembaga atau ranah yang tepat sehingga mudah penyelesaiannya.

Kedelapan, secara prinsip kementerian ini akan melarang warga negara menjual asetnya berupa tanah, karena tanah adalah aset menyangkut masa depan anak cucunya. Jika ada usaha yang akan dilaksanakan pada tanah warga yang dimaksudkan, maka Kementerian menyarankan untuk melakukan kerjasama saja dengan pemilik proyek dengan pola profit sharing, kerjasama operasional, dan sebagainya. Apalagi, tanah milik warga negara dilarang dijual ke pihak asing dengan cara atau alasan apapun. Larangan ini akan dituangkan dalam sebuah undang-undang.

Kesembilan, kementerian ini juga berhak menampung aset warga negara Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri, apabila pihak ahli waris tidak diketemukan, atau memang tidak ada ahli waris, atau memang harta atau aset tersebut dihibahkan kepada negara. Oleh Kementerian, aset ini akan diserahkan kepada lembaga pengelola yang disebut “Rumah Aset” bekerjasama dengan lembaga perbankan dan lembaga keuangan non bank untuk sepenuhnya bagi kemakmuran rakyat dan bangsa Indonesia.*****(safari_ans@yahoo.com).

IMG_0184.JPG

Originally posted on Bayt al-Hikmah Institute:

So, can we come to conclusion that gunung padang site or java pyramids was syncronized with Galactic Center

(My Correspondence with Dr.Hugo Kennes on Earth Grid at Gunung Padang Pyramids)

Ahmad , thank You for becoming friends. I have the greatest interest in the Research of Your Institute , much much more than in Earthgrids You know. I came accidentally in the earthgrids research , and a few weeks ago proposed Dan Shaw of Vortexmaps to setup a Face Book group about all this curious alignments people find thanks to Google Earth. We don’t know which decision makers and architects or geomancers are behind all this sacred groundgeometry in the past or today(esoteric movements) Its a great enigma , today we can only collect as much as possible data. Hugo Brussels
Nice to meet you Mr. Hugo Kennes, yes, we have same interest to do research on ancient mistery, that…

View original 2.667 more words

Oleh: safarians | 22 September 2014

Mandala Gunung Padang

Originally posted on Bayt al-Hikmah Institute:

Oleh: Anand Krishna

70gunung-padang-cianjur-indocropcircles.wordpress.comSejak surat saya kepada Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang dirilis oleh Saudara Andi Arief, inisiator, banyak tanggapan yang saya terima lewat teman-teman.

Adalah sangat menarik bahwa beberapa tanggapan bunyinya sangat mirip, kurang lebih:“Dari dulu, saya pikir memang di Gunung Padang itu ada satu proyek besar macam Maṇḍala.” Ini bahasa awam tapi sangat menyentuh esensi dari kata Maṇḍala itu sendiri. Yang saya maksudkan ialah kata-kata “proyek besar” .

Memang betul !

Mandala memang proyek besar – dan apa yang kita saksikan di Gunung Padang adalah“maket” dari proyek besar tersebut.

View original 1.238 more words

Oleh: safarians | 22 September 2014

Sejarah Peradaban Nusantara

Originally posted on Bayt al-Hikmah Institute:

Proses pertumbuhan dan perkembangan suatu budaya dapat digambarkan dengan dua model, yaitu sebagai kurva mendatar yang semakin melengkung di ujungnya, atau sebagai jenjang tangga yang semakin menanjak. Dalam model pertama, dibayangkan kebudayaan itu tumbuh dan berkembang terus-menerus tanpa ada hentinya dan semakin lama semakin cepat. Sementara itu, model kedua memberikan gambaran kebudayaan berkembang secara bertahap. Ada saatnya kebudayaan itu mandeg atau dengan kata lain, keadaan seimbang. Keadaan ini dapat disebut ekuilibrium dinamis, yang terjadi ketika suatu budaya berada dalam keadaan mantap dan stabil.

View original 7.889 more words

Oleh: safarians | 28 Mei 2014

Pesan Buku “Harta Amanah Soekarno”

Pembaca yang budiman. Bagi yang berminat membeli buku “Harta Amanah Soekarno” secara khusus yang ditandatangani langsung oleh penulis Safari ANS dapat dipesan melalui email: safari_ans@yahoo.com atau melalui sms ke +6287788818858 (Sdr.Benny). Pembelian dikenakan biaya kirim sesuai daerah tujuan. Terima kasih atas perhatiannya.

image

Oleh: safarians | 14 Mei 2014

Kritik Akademik Atas Harta Amanah Soekarno

image

image

Saya ucapkan terima kasih atas kritik Prof. Dr. Asvi Warman Adam (sejarahwan LIPI) yang dimuat di Majalah Gatra edisi 1-7 Mei 2014. Ini merupakan langkah awal mengaktualisasikan Harta Amanah Soekarno pada ranah akademik dan ilmiah. Wajar kalau kemudian perlu waktu untuk pembuktian lebih lanjut, utamanya soal otentikasi dokumen pendukung. Masih akan ada buku kedua setelah ini. Namun pembaca tidak akan paham membaca buku kedua saya, apabila belum membaca buku yang pertama ini. Materi buku pertama ini sebagian diambil dari blog dan tesis saya di Fikom Unpad Bandung. Sedangkan buku kedua, InsyaAllah bersumber dari disertasi doktor saya pada perguruan yang sama.

image

Press Release Selasa 13 Mei 2014
Penulis Buku Harta Amanah Soekarno, Safari ANS

1). Buku ini saya tulis semata bertujuan agar bangsa Indonesia mengakui adanya aset bangsa yang ada di luar negeri. Selama ini terkesan kalangan pejabat Indonesia secara resmi tidak mau mengakui atau mempercayainya, tetapi secara diam-diam mencoba untuk mencairkannya dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Berdasarkan investigasi saya selama belasan tahun ini, justru pihak asing yang mempercayai keberadaan aset bangsa Indonesia berdasarkan fakta yang mereka terima. Kini saatnya bangsa Indonesia sendiri mengakui keberadaannya yang pada proses akhir penetapan aset tersebut bermuara pada The Green Hilton Memorial Agreement yang ditandatangani Soekarno dan John F Kennedy pada hari Kamis tanggal 14 November 1963 jam 16.00 waktu Washington DC.

2). Dengan tidak adanya patokan yang pasti tentang keberadaan aset bangsa Indonesia, telah memberikan peluang bagi spekulan, broker, dan pengambil kesempatan untuk mengarang cerita-cerita sendiri-sendiri tentang aset bangsa ini berupa pengakuan bahwa dirinyalah penerus dan yang punya hak untuk mencairkan Harta Amanah Soekarno, sehingga banyak pihak dan masyarakat yang tidak paham sama sekali telah menjadi korban penipuan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Korban yang saya maksudkan ini baik perseorangan, paguyuban, organisasi, bahkan perusahaan yang tadinya berkembang menjadi bangkrut gara-gara menjadi sponsor pencairan dokumen yang berkait dengan Soekarno. Kejadian ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di luar negeri seperti Hong Kong, China, Malaysia, Singapura, Eropa dan bahkan Amerika Serikat sendiri. Dengan hadirnya buku saya, semoga semua ini berakhir, bahwa Harta Amanah Soekarno berdasarkan penelitian dan investigasi jurnalistik saya adalah HARTA AMANAH SOEKARNO TIDAK SEPERTI YANG DIPAHAMI ORANG KEBANYAKAN.

3). Buku saya yang pertama ini merupakan awal anak bangsa Indonesia mengungkap misteri aset bangsa Indonesia secara faktual, dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Sebab selama ini berkenaan dengan Harta Amanah Soekarno sering dibawa ke ranah klenik, magic, dan pemahaman sesat lainnya. Padahal, berdasarkan hasil riset saya, Harta Amanah Soekarno adalah nyata, faktual, dan berada dalam sistem perbankan internasional yang bisa diverifikasi, bisa diaplikasikan, dan diimplementasikan berdasarkan kaedah perbankan dan peraturan yang berlaku sesuai dengan The Green Hilton Memorial Agreement (14 November 1963) yang diperkuat dengan Bank Agreement and Custodial Safekeeping antara Union Bank of Switzerland (UBS) dengan Soekarno tanggal 09 Agustus 1966 sehingga aset tersebut berlaku dan eksis dalam banking system.

4). Mengenai kritik Prof. Dr. Asvi Warman Adam yang meragukan keberadaan aset tersebut mengingat Soekarno ketika itu (waktu yang sama) malah untuk berobat saja harus meminta kepada pegawai istana. Harus saya jelaskan bahwa figur Soekarno jangan disamakan dengan figur pemimpin kita kebanyakan yang tidak bisa memisahkan mana milik dirinya dan mana milik negara atau bangsa. Harta ini disebut harta amanah karena Soekarno sejak awal sudah mengatakan bahwa aset ini bukan miliknya, dan bukan untuk keluarga atau kerabatnya, tetapi harta ini harta titipan, harta bangsa Indonesia (bahkan juga bangsa lain di dunia) yang dititipkan kepadanya, sehingga Soekarno telah bersumpah untuk tidak mempergunakan sesen pun titipan harta tersebut dirinya dan keluarganya. Bahkan menurut wartawan senior yang sering meliput istana ketika itu, Soekarno pernah mengajak wartawan makan, tetapi begitu dikonfirmasi ke dapur tidak ada lauk, hanya goreng telor. Bahkan ketika pindahan dari istana negara, putra tertuanya Guntur mau membawa pesawat televisi, Soekarno melarangnya dan mengatakan itu milik negara. Begitu pun ketika beliau keluar istana, hanya mengenakan kaos omblong dan bersandal jepit, karena apa yang ia pakai selama jadi Presiden RI pertama dibeli dengan uang negara. Maka secara pribadi, Soekarno adalah pemimpin besar yang paling miskin di dunia hingga kini. Jadi naif kalau kemudian kehidupan Soekarno seperti itu dijadikan indikator untuk menafikan keberadaan aset bangsa Indonesia yang begitu besar.

5). Melalui buku saya ini, saya pastikan dan saya minta bangsa Indonesia jangan ragu bahwa pertemuan Soekarno dengan John F Kennedy pada hari Kamis tanggal 14 November 1963 pukul 16.00 adalah penandatangan The Green Hilton Memorial Agreement, sebab kedua pemimpin ketika itu sedang menghadapi masalah besar di bidang ekonomi dan keuangan. Masalah lain memang dibicarakan diantaranya dukungan politik AS terhadap hubungan Indonesia-Malaysia yang memburuk ketika itu, tetapi penandatangan perjanjian pengakuan aset bangsa Indonesia setara nilai 57.000 ton lebih emas itu menjadi prioritas kedua pemimpin besar ini. Sebab dari hasil pembicaraan dengan beberapa narasumber di Eropa dan orang yang dekat lingkaran Soekarno menyampaikan adanya dialog kecil dalam pertemuan tersebut. Misalnya, JFK bersedia meneken perjanjian tetapi mengabaikan pengembaliannya. Soekarno mengatakan, tak apa tidak dikembalikan, tetapi bayar komitmen fee sebesar 2,5% setahun dari total emas yang diakui. JFK bilang, boleh saja asalkan perusahaan tambang Amerika baik minyak bumi maupun mineral diizinkan melakukan eksplorasi di Indonesia. Soekarno mengatakan, silahkan tetapi begitu sebutir biji emas atau setetes minyak diambil oleh perusahaan Amerika dari bumi Indonesia, maka The Green Hilton Memorial Agreement dinyatakan berlaku. Sekali lagi dialog ini bukan imajinatif, tetapi wawancara saya dengan tokoh senior pihak asing yang sekarang ini telah tiada. Berkenaan dengan dialog ini, ada hubungan yang erat antara perjanjian JFK dengan Soekarno dengan tambang emas Tembagapura yang kini menjadi Freeport Indonesia sebagai tambang emas terbesar di dunia saat ini. Juga disahkannya UU no. 13/1963 pada tanggal 28 November 1963 oleh Soekarno tentang perjanjian kerjasama PN Pertamina ketika itu dengan Pan American Indonesia Oil Company. Pula berlanjut dengan UU No.14/1963 tentang pengesahan perjanjian karya antara PN Pertamina ketika itu dengan PT. Caltex Indonesia dan California Asiatic Oil Company (Calasiatic), Texaco Overseas Petrolium Company (Topco), dan PN Pertamina dengan PT. Stanvac Indonesia, serta PN Permigan dengan PT. Shell Indonesia pada tanggal yang sama (28 November 1963) atau beberapa hari setelah ditandatanganinya The Green Hilton Memorial Agreement.

6). Melalui buku ini saya meminta kepada anak bangsa Indonesia, berhentikan berusaha untuk mengklaim atau mencairkan dokumen-dokumen bank yang berkait dengan Harta Amanah Soekarno, karena tidak bisa dicairkan secara orang perorang. Harta Amanah Soekarno membangun sistem dan jaringan yang keberadaannya saling berkait antara satu dengan lainnya. Walau kemudian tertera di atas dokumen atas nama seseorang, tetapi pada prinsipnya hanyalah penamaan sebuah aset, tetapi bukan miliknya, dan bukan atas nama itu yang dapat mencairkannya. Apabila itu dilakukan akan sia-sia dan membuang waktu. Harta Amanah Soekarno memiliki komitmen besar membangun bangsa Indonesia dan dunia, jadi tidak mungkin bisa dicairkan oleh orang per orang apalagi yang mengaku-ngaku. Lagi pula Harta Amanah Soekarno jangan diimpikan atau dinantikan dengan penuh harapan seperti akan dibagikan secara cuma-cuma kepada seluruh anak bangsa Indonesia seperti membagikan bantuan tunai ala kompensasi kenaikan harga BBM. Ini bukan aset untuk dibagi-bagikan, tetapi ini untuk membangun sebuah sistem kenegaraan, sistem keuangan kebangsaan, dan dunia sesuai dengan komitmen awal terciptanya Harta Amanah Soekarno.

Terima kasih
Safari ANS
Email: safari_ans@yahoo.com

Oleh: safarians | 20 April 2014

BUKU HARTA AMANAH SOEKARNO TERBIT

Teman-teman Tercinta, akhirnya buku investigasi jurnalistik saya soal Harta Amanah Soekarno sudah terbit. Launching akan berlangsung pada hari Rabu tanggal 07 Mei 2014 pukul 12.30 Wib hingga selesai bertempat di Kampus Paramadina Jl. Gatot Subroto No.97, Jakarta. Semoga bulan depan bukunya sudah tersedia di seluruh toko buku di Indonesia. Melalui posting ini saya mengundang teman-teman untuk ikut serta dalam acara tersebut. Kita ingin mengabarkan kepada anak bangsa Indonesia, bahwa penggelan sejarah bangsa yang hilang kini telah kita temukan.

20140420-001414.jpg

20140421-145225.jpg

Oleh: safarians | 27 Maret 2014

RUPS PT Timah Tbk; Andaikan Babel Punya Saham

RUPS PT Timah Tbk, Andai Babel Punya Saham

(Artikel ini sudah dimuat pada Harian Bangka Pos edisi Kamis, 27 Maret 2014 10:00 WIB).

Oleh: Safari ANS (Mantan Presidium Babel)

Ada enam pejabat Babel yang menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Timah Tbk yang berlangsung di Jakarta 25 Maret 2014. Mereka adalah Gubernur Babel Rustam Effendi, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Walikota Pangkalpinang Irwansyah, Bupati Basel H Jamro, Bupati Bangka Barat Zuhri, dan Bupati Belitung Sahani Saleh. Diberitakan oleh harian ini dengan judul “Saat RUPS PT Timah Tbk, Rustam Duduk Melongo”. Itulah konsekwensi Babel tidak memiliki saham pada BUMN yang mengeruk timah di bumi serumpun sebalai ini. Naif memang, tapi faktanya begitu.
Semula pengamat bursa komoditi, sempat mencemoohkan ide penulis agar pemerintah pusat menghibahkan sedikitnya 14 persen sahamnya kepada Babel. Pengamat itu mengatakan bahwa pemikiran itu salah kaprah. Bagaimana mungkin ada perbedaan pengertian pemerintah pusat dan pemerintahan daerah?
Bagi pelaku pasar modal dan pebisnis umumnya, hanya melihat bahwa yang disebut pemerintah itu ya hanya satu. Mau namanya pemerintahan pusat atau pemerintah daerah, tetapi saja dianggap sebagai pemerintah. Tidak ada dikhotomi dalam pemaknaannya. Nyatanya dalam RUPS PT Timah tersebut di atas menjadi gambaran faktual bahwa dikhotomi itu memang ada.
Kalau memang tidak ada dikhotomi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, seharusnya pemerintahan daerah yang dihadiri oleh enam pejabat Babel tadi tentu punya hak suara dalam RUPS, sebab mereka merupakan perwakilan pemerintah dengan penguasaan saham mayoritas sebesar 65 persen terhadap PT Timah.
Jika yang disebut pemerintah pusat juga adalah pemerintah daerah, maka hak suara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyatu dalam hak suara 65 persen saham itu. Mengapa hal ini tidak terjadi? Artinya, memang dikhotomi itu memang nyata dan faktual.
Benar adanya, bahwa pejabat Babel tidak bisa berbuat apa-apa dalam RUPS PT Timah, karena dianggap bukan pemegang saham. Notabene pemerintah pusat dalam RUPS setiap BUMN terwakilkan oleh pejabat Kemeneg BUMN dan pejabat Kementerian terkait (Kemeneg ESDM, misalnya untuk timah). Sedangkan daerah yang menjadi tempat BUMN tersebut beroperasi, selalu “melongo” seperti Gubernur Babel pada setiap RUPS.
Lalu yang menjadi persoalan adalah ketika RUPS sebuah BUMN menjadi titik awal menyusun strategi perusahaan kedepan, maka mensinergikan program perusahaan dengan program pemerintah daerah menjadi persoalan rumit. Padahal kalau pemda memiliki hak suara di dalam RUPS, maka kebijakan perusahaan setahun kedepan dapat dirumuskan bersama agar tidak terjadi tumpang tindih ataupun conflictofinterest (benturan kepentingan).
Pertanyaan berikut adalah, bagaimana cara mendapat saham PT Timah Tbk? Pemikiran yang mendesak saat ini adalah seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Babel, dengan membeli saham BUMN tersebut melalui BUMD milik Babel atau melalui fasilitas pemerintahan. Bahkan perseorangan pun bisa, seperti yang dilakukan oleh tokoh Babel Junaidi Mustar.
Untuk menempuh jalan pintas apa yang dipikirkan oleh Gubernur Babel adalah yang paling realistis. Akan tetapi memerlukan investasi puluhan bahkan ratusan milyar rupiah. Namun dengan cara mendesak pemerintah pusat agar diberikan hibah saham 14 persen ke Pemprov Babel adalah sebagai hal yang paling logis, karena masih sesama pemerintah.
Sebab kalau Babel memiliki saham minoritas atau terlalu kecil seperti saham perseorangan di lantai bursa, maka akan menjadi bulan-bulanan dalam RUPS, sebab seperti diungkapkan oleh Dirut PT Timah baru-baru bahwa perusahaan akan menyiapkan maksimal anggaran sebesar Rp 500 milyar untuk buyback (beli saham kembali) apabila para pemegang saham minoritas tidak setuju dengan gagasannya.
Direksi PT Timah sering menjadi representatif terhadap perpanjangan kekuasaan para pemegang saham mayoritas. Jika kebijakan buyback dipergunakan dalam suatu perdebatan serius para pemegang saham, maka mau tidak mau pemilik saham minoritas harus menyetujuinya.
Misalnya, RUPS PT Timah memutuskan untuk memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta dengan alasannya efisiensi biaya kerja dan sebagainya, sebab akan mengalami reorientasi bisnis dari tambah timah ke trading timah atau lainnya, maka para pemegang saham minoritas dengan terpaksa harus mengikutinya.
Artinya, bahwa yang berkuasa dalam RUPS adalah para pegang saham mayoritas dalam hal ini pemerintah pusat. Jika Babel membeli saham di lantai bursa, maka nasibnya akan sama dengan para pemegang saham yang lain, hanya hak suara tanpa memiliki kekuatan untuk memutuskan.
Akan tetapi ketika PT Timah masih menempatkan bisnis utamanya di Babel, maka pertimbangan azas kepentingan bisnis, akan menjadi lain, bahwa permintaan pemegang saham Babel harus dipertimbangkan agar tidak mengalami hambatan di lapangan tambang dan perizinan.
Dari asumsi-asumsi di atas, maka langkah Gubernur Babel untuk membeli saham melalui BUMD patut didukung oleh DPRD dan komponen masyarakat Babel, sebagai langkah awal. Bisa saja membalinya melalui lantai bursa, sekedar untuk mencatatkan diri bahwa Babel punya hak suara. Tetapi langkah lebih lanjut adalah Babel harus mendapat saham pemerintah pusat dengan dua cara.
Pertama, Babel mendorong pemerintah pusat agar bersedia menghibahkan 14 persen sahamnya kepada pemerintahan di Babel. Apakah langsung kepada Pemprov Babel, ataukah langsung di bagi habis merata ke seluruh Pemkab dan Pemkot yanga ada di Babel. Hibah ini sebagai konsekwensi bahwa timah sudah mulai habis di wilayah Babel dan sebagai hadiah begitu lamanya timah dikeruk di bumi Babel sejak zaman penjajahan Belanja hingga kini.
Kedua, membeli saham pemerintah pusat sebesar 14 persen sehingga pemerintah pusat tinggal memiliki 51 persen saham di PT Timah Tbk dengan harga aktual pasar atau dengan harga khusus yang dipertimbangkan. Pembayarannya bisa menggunakan anggaran yang sengaja dibuatkan item khusus dalam APBD Babel. Apakah APBD Pemprov Babel sendiri ataukah merupakan gabungan APBD Kabupaten dan Kota yang ada di Babel.
Sumber pembiayaan atau post pembiayaan dapat dikreasikan berdasarkan fasilitas yang ada. Atau dengan menggunakan pembayaran secara cicilan kepada pemerintah pusat.
Jika Babel sudah memiliki saham pada PT Timah Tbk, maka pertanyaan Ketua DPRD Provinsi Babel Didit Srigusjaya yang merasa heran ketika menghadiri RUPS tersebut, kok dalam RPUS itu tidak sedikitpun menyinggung soal Babel, tidak akan terjadi lagi. Semoga.

Revolusi industri di Eropa dan Amerika yang menemukan mesin motor penggerak dengan berbagai bahan bakar, bukan lagi sarana dan wahana kehidupan masa depan. Bahan bakar fosil, dan lainnya yang bersumber material dari perkebunan, pun segera akan berakhir. Kedepan, manusia akan hidup dalam revolusi baru, revolusi elektromagnetik. Sebuah revolusi teknologi elektronik yang kemudian menjadi teknologi yang akan menggantikan mesin motor berbahan bakar yang selama ini terdapat pada mobil, sepeda motor, baik berbahan bakar minyak, matahari maupun listrik.

Teknologi-teknologi mesin, telah menyebabkan hancurnya habitat kehidupan dan merusak keseimbangan alam yang kemudian menyebabkan perubahan iklim secara ekstrim yang bisa mengancam kehidupan masa depan ummat manusia. Planet bumi akan semakin panas ketika musim panas, dan akan menjadi sangat dingin ketika musim dingin. Bahkan akibat hancurnya keseimbangan alam tadi, telah menyebabkan bencana di sana-sini.

(nanti akan berlanjut………)

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.